Seputar Peradilan

Peringatan Kebangkitan Nasional di PA Bengkulu

upacara

Minggu ke 4 tanggal 21 Mei 2018 bertepatan tanggal 5 Ramadhan 1439 H dengan semangat karyawan/ti PA. Bengkulu memperingati hari Kebangkitan Nasional yang ke 110 di halaman kantor PA. Bengkulu

Upacara di mulai tepat pukul 08.00 WIB dengan pembina upacara Ketua PA. Bengkulu (Drs. Johan Arifin, S.H., M.H.) yang dimulai dengan penghormatan kepada pembina upacara dilanjutkan laporan pemimpin upacara dan pengibaran bendera merah putih selanjutnya mengheningkan cipta yang dipimpin oleh Ketua. PA.Bengkulu dan dilanjutkan dengan pembacaan pancasila dan UUD 1945, serta pembacaan Naskah pidato Menteri Komunikasi dan Informatika yang salah satu bunyinya “mari bersama-sama kita jauhkan dunia digital dari anasir-anasir pemecah-belah dan konten-konten negatif, agar anak-anak kita bebas berkreasi, bersilaturahmi, berekspresi dan mendapatkan manfaat darinya. Tidak ada satu pihak yang tangung jawabnya lebih besar dari pada yang lain untuk hal ini. Pepatah Aceh mengatakan : pikulan satu dipikul berdua, rapat-rapat seperti biji timun suri artinya kira-kira: kita harus menjaga persatuan dalam memecahkan masalah, harus berbagi beban yang sama, merapatkan barisan, jangan sampai pecah-belah.demikian juga dalam konteks menghadapi digitalisasi ini, kita semua harus dalam irama yang serempak dalam memecahkan masalah dan menghadapi para pencari masalah.

Diakhir pidota menkofindo tersebut mengucapkan selamat hari kebangkitan nasional ke 110 mari maknai peringatan tahun ini di lingkungan kita masing-masing sesuai lingkup tugas kita masing-masing, untuk semaksimal mungkin memfasilitasi peningkatan kapasitas sumber daya manusia, terutama generasi muda, yang akan membawa kepada kajayaan bangsa di tahun-tahun mendatang.

Selanjutnya setelah Ketua PA.Bengkulu mengakhiri pembacaan amanat dari menkofindo Ketua PA. Bengkulu juga mengucapkan terimakasih kepada seluruh pegawai yang telah membantu untuk menyukseskan Assesmen eksternal SAPM kemarin dan semoga PA. Bengkulu mendapatkan hasil yang diinginkan dan diharapkan.

Setelah pembacaan amanat dilanjutkan dengan menyanyikan lagu kebangsaan yaitu “pada mu negeri” kemudian upacara selesai dengan pembina upacara meninggalkan lapangan upacara.