Seputar Peradilan

PA.Bengkulu Gelar Upacara HUT KORPRI ke 47

Tepat pukul 08.00 WIB hari Kamis di halaman kantor Pengadilan Agama Bengkulu yang diikuti oleh seluruh Hakim, Pejabat Fungsional dan Struktural, Staf dan para Honorer melaksanakan upacara HUT KORPRI yang ke 47 berdasarkan surat pemberitahuan Sekretaris Mahkamah Agung RI Nomor : 1434/SEK/KS.00/11/2018 tanggal 26 November 2018

korpri

 

Upacara berjalan dengan khitmad yang diawali dengan laporan komandan upacara kepada inspektur upacara Ketua PA.Bengkulu (Drs Johan Arifin, S.H., M.H.) bahwa upacara siap untuk dilaksanakan, dilanjutkan Pengibaran Bendera merah putih yang diiringi lagu Indonesia Raya, mengheningkan cipta, pembacaan teks pancasila, teks UUD 1945 dan Panca Prasetia KORPRI oleh masing-masing petugas upacara.

Dalam penyampaian amanat upacara sebelum pembacaan sambutan tertulis presiden RI oleh Ispektur Upacara menyatakan bahwa Aparatur Sipil Negara terdiri dari 2 unsur yaitu 1. Pegawai Negeri Sipil, 2. Pegawai pemerintahan dengan kontrak kerja ujar Bapak Drs. Johan Arifin, S.H., M.H.

Selanjutnya pembacaan sambutan tertulis presiden RI yang menyatakan agar Indonesia bisa menjadi bangsa pemenang dalam era kompetisi global maka rakyat membutuhkan anggota korpri yang disiplin, bertanggungjawab dan beroreantasi kerja, segera tinggalkan pola pikir masa lalu seperti ego sektoral, mental priyayi, mental penguasa dan mental koruptor yang hanya terpaku pada formalitas belaka, fokuskan energi pada intisari dari pelayanan publik yaitu memberikan pelayanan terbaik kepada rakyat.

Tema HUT KORPRI yang ke 47 tahun ini “ KORPRI MELAYANI, BEKERJA DAN MENYATUKAN BANGSA” kepada segenap jajaran korpri dimanapun saudara bekerja saya ucapkan selamat menunaikan tugas dan kewajiban, saudara lanjutkan pengabdian dan karya terbaik bagi masyarakat bangsa dan negara,, KORPRI MAJU TERUS!! Ucapan Inspektur upacara sebagai akhir dari sambutan presiden.

Sebelum upacara ditutup dengan do’a, seluruh peserta upacara menyanyikan lagu mars korpri dengan penuh semangat serta ditutup dengan pembubaran peserta upacara oleh komandan upacara.