Senen, 12 Oktober 2020 dalam rangka mengikuti kegiatan pembinaan teknis administrasi yudisial secara virtual oleh pimpinan Mahkamah Agung RI  Pengadilan Agama Bengkulu Kelas 1A melaksanakan secara virtual di Ruang Media Center Pengadilan Agama Bengkulu Kelas 1A yang di ikuti oleh Bapak Ketua,Wakil Ketua,Panitera, Sekretaris dan Seluruh Hakim Di Pengadilan Agama Bengkulu Kelas 1A, Pembinaan yang dilaksanakan oleh Pimpinan Mahkamah Agung RI dan diikuti oleh Seluruuh badan Perdailan dibawahnya berjalan dengan hikmat dan dilanjutkan juga sesi tanya jawab sampai pada akhir acara,

Cover 

   Dalam sambutanya KMA mengutarakan bahwa sebagai bentuk respon tanggap cepat menghadapi pandemi ini, Mahkamah Agung telah menerbitkan Surat Edaran Mahkamah Agung Nomor 1 Tahun 2020 beserta perubahannya, Surat Edaran Mahkamah Agung Nomor 9 Tahun 2020  sebagai perubahan dari Surat Edaran Mahkamah Agung Nomor 8 Tahun 2020 serta Surat Edaran Sekretaris Mahkamah Agung Nomor 8 Tahun 2020 dan Baru-baru ini Mahkamah Agung telah menerbitkan Peraturan Mahkamah Agung Nomor 4 Tahun 2020 tentang Administrasi dan Persidangan Pidana di Pengadilan Secara Elektronik khusus untuk perkara pidana, pidana militer dan jinayat. Saat ini juga dikaji penerapan e-litigasi untuk peradilan tingkat banding, serta sedang dikaji pula pengembangan pelaksanaan mediasi secara elektronik. Saya berharap rangkaian penyesuaian dan terobosan dalam hukum acara tersebut tidak hanya kita posisikan sebagai respon reaktif sesaat terhadap situasi pandemi. 

Layer 1 1

   Sebelum menutup sambutan ini, KMA ingin mengingatkan kembali seluruh warga peradilan  untuk menaati protokol kesehatan dengan secara disiplin menerapkan 3 M yaitu: Mencuci Tangan, Menggunakan Masker dan Menjaga Jarak serta menyesuaikan diri dengan adaptasi kebiasaan baru. Selanjutnya di lakukan sesi tanya jawab yang dilakukan melalui fitur chat di media zoom yang selanjutnya dijawab langsung oleh pimpinan Mahkamah Agung RI.

    Yang Mulia Ketua Mahkamah Agung RI juga berpesan “Saya berharap rangkaian penyesuaian dan terobosan dalam hukum acara tersebut tidak hanya kita posisikan sebagai respon reaktif sesaat terhadap situasi pandemi, namun juga selayaknya diletakkan sebagai pernyataan  Kesiapan Mahkamah Agung menghadapi tantangan di era globalisasi informasi di masa mendatang dalam rangka mewujudkan visi dan misi Mahkamah Agung Republik Indonesia yaitu mewujudkan badan peradilan indonesia yang agung”