ENTRY MEETING-DESK EVALUATION PMZI PA BENGKULU DAN BAWAS MARI

WhatsApp Image 2021 03 24 at 10.16.24 1 WhatsApp Image 2021 03 24 at 10.16.23 zi zomm ma 

Berdasarkan surat Auditor Ahli Madya Selaku Koordinator Evaluasi PMPZI Bawas MA RI Nomor 53/BP.II/KP.02.1/3/2021 tanggal 23 Maret 2021, Rabu 24 Maret 2021 pukul 08.00 Pimpinan dan Seluruh Hakim serta Kasubbag dan Panmud. Pengadilan Agama Bengkulu Kelas IA menghadiri video conference melalui aplikasi zoom meeting yang diselenggarakan oleh Badan Pengawasan (Bawas) Mahkamah Agung RI tentang Penilaian Desk Evalution Melalui PMPZI (Penilaian Mandiri Pembangunan Zona Integritas) Menuju Wilayah Bebas Korupsi(WBK).

Video conference ini diadakan sebagai tindak lanjut dari surat sekretaris Mahkamah Agung RI tentang langkah-langkah strategis pelaksanaan pembangunan zona integritas, serta sebagai program kerja tahunan Bawas Mahkamah Agung RI. Agenda dalam acara ini yang pertama adalah pengarahan Kepala Badan Pengawasan Mahkamah Agung RI, Bapak Sutrisno, selaku Koordinator Tim Penilai Internal. Selain itu, juga ada penjelasan terkait teknis pelaksanaan penilaian tim (desk evaluation).

Adapun tujuan dari Desk Evaluasi Pelaksanaan Pembangunan ZI Menuju WBK adalah:

  1. Memberikan Saran dan perbaikan kepada Satker calon penerima WBK
  2. Menilai, adapun Tehnik Evaluasi diantaranya, Penelitian Dokumen, Analisis, Wawancara, Konfirmasi dan Klarifikasi

Dalam zoom meeting ini juga dijelaskan beberapa data sumber penilaian ZI pada Satker, di antaranya Aplikasi PMPZI, Website Satker dan Media Sosial serta Customer List, dan juga dijelaskan hal- hal yang sangat penting oleh Bapak Marwendi Putra, selaku Survisor Pembangunan ZI, beberapa yang harus di laksanakan (DO’S) diantaranya Pelaksanaan 8 Area Pembangunan ZI, yaitu:

  1. MANAJEMEN PERUBAHAN
  • Pemimpin sebagai Role Model
  • Monev pembangunan ZI
  • Pelibatan pembangunan ZI oleh seluruh pegawai
  • Internalisasi Budaya Kerja (mindset and culture set)
  1. PENATAAAN TATALAKSANA
  • Media komunikasi publik
  • Penerapan SOP, implementasi proses bisnis dan sop serta memantau implementasi sop yang akhirnya akan meningkatkan efektifitas dalam berekerja
  • E-office, menunjukan kemanfaatan dan integrasi pembangunan e-office, bukan hanya menunjukan aplikasi a, b,c tanpa bisa menjelaskan kemanfaatan aplikasi tersebut
  1. PENGUATAN SDM
  • Profiling Pegawai, asesmen pegawai untuk mengetahui gap kompetensi pegawai, dan gap kompetensi digunakan sebagai dasar pengembangan kompetensi/pelatihan pegawai (training need analysis)
  • Reward And Punishment, adanya pemeberian reward pada pegawai beserta mekanisme pemberian reward yang transparan. juga terdapat penegakan hukuman disiplin yang jelas apabila ada yang pegawai yang melakukan pelanggaran
  • Kinerja Individu, menjabarkan kinerja individu dari kinerja organisasi sehingga terdapat hubungan antara kinerja individu dengan kinerja organisasi
  • Pola Karier, membangun pola pengembangan karier yang transparan dan jelas, sehingga setiap pegawai merasakan bahwa kinerja menjadi dasar pengembangan karier
  1. PENGUATAN AKUNTABILITAS
  • Kinerja, pemahaman terhadap kinerja (outcomes/hasil)serta indikator kinerja bukan terkait anggaran dan penyerapan anggaran
  • Monev kinerja, monitoring pencapaian kinerja secara berkala (bisa per tw atau per semester) terhadap pencapaian kinerja
  1. PENGUATAN PENGAWASAN
  • Implementasi sistem integritas, implementasi dari penguatan pengawasan, tentang pengendlian gratifikasi, whistle blowing system, benturan kepentingan,pengaduan masyarakat (bukan hanya memasang baner atau spanduk
  • Peta resiko, adanya peta risiko dan mitigasinya dalam pencapaian kinerja organisasi
  • Media pengaduan, pembangunan multi akses/kanal pengaduan masyarakat serta meningkatkan respon atas pengaduan tersebut
  1. PENINGKATAN KUALITAS PELAYANAN
  • Survey mandiri, melakukan survey kepuasan masyarakat dan anti korupsi secara berkala dan menganalisis hasil survey
  • Petunjuk arah/informasi, pastikan alur petunjuk pelayanan dan gedung pelayanan yang jelas
  • Kejelasan informasi pelayanan, pastikan masyarakat mengetahui secara jelas terkait bagan alur,standar, biaya pelayanan (melalui website, diagram2 pelayanan ditempat pelayanan dll)
  • Kompensasi pelayanan, pastikan ada kompensasi pelayanan apabila standar/janji pelayanan tidak terpenuhi,misalnya ada pengiriman ktp apabila ktp tidak jadi selama 3 hari, dll
  • Budaya pelayanan, internalisasi budaya pelayanan,misalnya 3 S (Senyum Sapa Salam), sehingga masyarakat merasakan adanya budaya pelayanan tersebut

Adapun Hal-hal yang harus dihindari (DON’TS) dalam Pembangunan ZI yaitu:

  1. Orientasi Reward
  2. Pembangunan Secara Instant
  3. Kurang Melibatkan Stakeholder
  4. Mindset Dokumentasi
  5. Super Man
  6. Inovasi Tidak Berdasar Needs/Problem

Acara ini juga dilanjutkan dengan diskusi antara satuan kerja dengan narasumber, tentang hal-hal terkait dengan Zona Integritas.